![]() |
| Nasional Kompas |
Sepanjang bulan Januari hingga Agustus 2019 tercatat sebanyak 328.724 hektare hutan dan lahan terbakar di seluruh Indonesia, karena hal itulah kualitas udara Indonesia semakin menurun dan menimbulkan adanya kabut asap.
"Luas lahan terbakar terbanyak ada di Provinsi Riau, yaitu mencapai 49.266 hektare," kata Agus Wibowo, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana dalam siaran pers BNPB, hari ini.
Dimana mencangkup 44.769 hektare di Kalimantan Tengah, 25.900 hektare di Kalimantan Barat, area seluas 19.490 hektare di Kalimantan Selatan, 11.826 hektare lahan di Sumatera Selatan, dan 11.022 hektare lahan di Jambi.
Dan dikatakan Agus, jumlah titik panas pada Jumat pukul 09.00 WIB dilaporkan ada sekitar 5.086, dimana yang paling banyak di Kalimantan Tengah dengan 1.443 titik panas.
Hal ini juga menyebabkan indeks standar pecemar udara di Kalimantan Tengah tercatat 344. Yang berarti sudah dalam kategori berbahaya. Kualitas udara di Sumatera Selatan juga menurun dengan indeks standar pencemar udara 302, termasuk kategori berbahaya. Sedangkan indeks standar pencemar udara di Riau tercatat 226.
Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar